Selasa, 17 April 2012

KONSEP KEBUTUHAN NUTRISI


A.    PENGERTIAN
Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya. Nutrisi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat-zat gizi dan zat lain yang terkandung, aksi, reaksi dan keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit.
Karakteristik status nutrisi ditentukan dengan adanya Body Mass Index (BMI) dan Ideal Body Weight (IBW).
1.      Body Mass Index (BMI)
Merupakan ukuran dari gambaran berat badan seseorang dengan tinggi badan. BMI dihubungkan dengan total lemak dalam tubuh dan sebagai panduan untuk mengkaji kelebihan berat badan (over weigth) dan obesitas.
Rumus BMI diperhitungkan :
BB(kg)    atau     BB(pon) x 704,5
TB(m)                        TB(inci)2
2.      Ideal Body Weight (IBW)
Merupakan perhitungan berat badan optimal dalam fungsi tubuh yang sehat. Berat badan ideal adlh jmlah tinggi dalam sentimeter dikurangi 100 dan dikurangi 10% dari jumlah itu.

B.     ELEMEN NUTRIEN / ZAT GIZI TERDIRI ATAS :
1.      Karbohidrat
2.      Protein
3.      Lemak
4.      Vitamin
5.      Mineral
6.      Air
Karbohidrat, lemak dan protein disebut energi nutrien karena merupakan sumber energi dari makanan sedangkan vitamin, mineral dan air merupakan substansi penting untuk membangun, mempertahankan dan mengatur metabolisme jaringan tubuh.
1.         Karbohidrat
a.    Karbohidrat merupakan zat gizi yang terdapat dalam makanan, pada umumnya dalam bentuk amilum
b.   Pembentukan amilum terjadi dalam mulut melalui enzim ptialin yang ada dalam air ludah
c.    Penyerapan karbohidrat yang dimakan/dikonsumsi berupa polisakarida, disakarida dan monosakarida
d.   Kebutuhan karbohidrat  60-75% dari kebutuhan energi total
2.         Lemak
a.    Pencernaan lemak dimulai dalam lambung.
b.   Lambung mengeluarkan enzim lipase untuk mengupah sebagian kecil lemak menjadi asam lemak dan gliserin
c.    Kebutuhan lemak   10-25% dari kebutuhan energi total
3.         Protein
a.    Enzim protease (pepsin) yang terdapat dalam lambung mengubah protein menjadi albuminosa dan pepton
b.   Protein diserap dalam bentuk asam amino dan bersama-sama dengan darah di bawa ke hati kemudian dibersihkan dari toksin.
c.    Kebutuhan protein  10-15%  atau 0,8-1,0 g/kg BB dari kebutuhan energi total
4.         Mineral
a.    Mineral tidak membutuhkan pencernaan, mineral diserap dengan mudah melalui dinding usus halus secara difusi pasif maupun transportasi aktif
b.   Jenis mineral : kalsium, fosfor, yodium, besi, magnesium zinc
Kira-kira 6% tubuh manusia dewasa terbuat dari mineral
5.         Vitamin
a.    Vitamin adalah zat organik yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikit, penting untuk melakukan fungsi metabolik.
b.   Vitamin dibagi dalam dua kelas besar yaitu vitamin larut dalam air (vitamin C, B1, B2, B6, B12) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K)
c.    Pencernaan vitamin melibatkan penguraiannya
6.         Air (Cairan)
d.   Air merupakan zat makanan paling mendasar yang dibutuhkan oleh tubuh manusia
e.    Tubuh manusia terdiri dari atas 50%-70% air.
f.    Pada orang dewasa asupan air berkisar antara 1200-1500cc per hari, namun dianjurkan sebanyak 1900 cc sebagai batas optimum.

C.    FUNGSI ZAT GIZI
1.   Sebagai penghasil energi bagi fungsi organ, gerakan dan kerja fisik
2.   Sebagai bahan dasar untuk pembentukan dan perbaikan jaringan
3.   Sebagai pelindung dan pengatur


D.    NILAI-NILAI NORMAL
1.          Nilai normal pengkajian nutrisi
BMI : 19,8-26
Ketebalan lipatan kulit trisep (mm) :
Pria      12,5
Wanita 16,5
Lingkar lengan tengah (cm) :
Pria      29,3
Wanita 28,5
Lingkar otot lengan tengah (cm) :
Pria      25,3
Wanita 23,2
Albumin (g/dl)                                    3,5-5
Transferin (mg/dl)                               230-400
Jumlah limfosit total (jumlah/mm3)     1500-4000

2.          Nilai normal kebutuhan kalori menurut umur
Umur
BB (kg)
TB (cm)
Energi (kkal)
0-6 bulan
7-12 bulan
1-3 tahun
4-6 tahun
7-9 tahun
Pria
10-12 tahun
13-15 tahun
16-19 tahun
20-59 tahun

> 60 tahun
Wanita
10-12 tahun
13-15 tahun
16-19 tahun
20-59 tahun


> 60 tahun
Hamil
Menyusui
0-6 bulan
7-12 bulan
13-24 bulan
5,5
8,5
12
18
24

30
45
56
62

62

35
46
50
54


54

60
71
90
110
120

135
150
160
165

165

140
153
153
156


154

560
800
1250
1750
1900

2000
2400
2500
2800 (Ringan)
3000 (Sedang)
2200

1900
2100
2000
2050 (Ringan)
2250 (Sedang)
2600 (Berat)
1850
+ 285

+ 700
+ 500
+ 400

E.     MASALAH KEBUTUHAN NUTRISI
1.         Kekurangan Nutrisi
a.         Keadaan yang dialami seseorang dalam keadaan tidak berpuasa (normal) atau risiko penurunan berat badan akibat ketidak cukupan asupan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme
b.        Tanda klinis : BB 10-20% dibawah normal, TB di bawah ideal, adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot, adanya penurunan albumin serum
c.         Penyebab : disfagia, nafsu makan menurun, penyakit infeksi dan kanker, penurunan absorpsi nutrisi
2.         Kelebihan Nutrisi
a.         Suatu keadaan yang dialami seseorang yg mempunyai resiko peningkatan BB akibat asupan kebutuhan metabolisme berlebih
b.        Tanda klinis : BB lebih dari 10% BB idieal, obesitas, aktivitas menurun dan monoton, lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm pada pria dan 25 mm pada wanita
c.         Penyebab : perubahan pola makan, penurunan fungsi pengecapan
3.         Obesitas :  BB yang mencapai > 20% BB normal
4.         Malnutrisi Malnutrisi adalah suatu keadaan terganggunya kemampuan fungsional, atau defisiensi integritas struktural atau perkembangan yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara suplai nutrisi esensial untuk jaringan tubuh dengan kebutuhan biologis spesifik.
Malnutrisi dapat disebabkan oleh:
a.    Under nutrition, disebabkan karena kekurangan pangan secara relatif atau absolut selama periode tertentu.
b.   Spesific deficiency, disebabkan karena kekurangan zat gizi tertentu, misalnya kekurangan vitamin A, yodium, Fe, dll.
c.    Over nutrition, disebabkan karena kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu.
d.   Imbalance, disebakan karena disporposi zat gizi, misalnya kolesterol terjadi karena tidak seimbangnya LDL, HDL dan VLDL.
5.         Diabetes melitus gangguan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan adanya ggn metabolism
karbohhidrat akibat kekurangan insulin atau penggunaan karbohidrat scr berlebihan
6.         Hipertensi : Gangguan nutrisi yang disenbabkan oleh berbagai masalah  pemenuhan   kebutuhan nutrisi
7.         Penyakit jantung koroner : Gangguan nutrisi yang sering disebabkan oleh adanya peningkatan kolesterol darah dan merokok
8.         Kanker : Pengkomsusian lemak secara berlebihan
9.         Anoreksia Nervosa Penurunan BB secara mendadak dan berkepanjangan yg ditandai dengan adanya konstipati, pembengkakan badan, nyeri abdomen, kedinginan

F.      FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN NUTRISI
1.         Pengetahuan
Pengetahuan yang kurang tentang manfaat makanan bergizi dapat mempengaruhi pola konsumsi makan
2.         Prasangka
Prasangka buruk terhdp beberapa jenis bahan makanan bergizi tinggi dapat mempengaruhi gizi seseorang
3.         Kebiasaan
Adanya kebiasaan yg merugikan atau pantangan thd makanan tertentu dapat mempengaruhi status gizi
4.         Kesukaan
Kesukaan yg berlebihan thd suatu jenis makanan dapat mengakibatkan kurangnya variasi makanan, shg tubuh tidak memperoleh zat-zat yg dibutuhkan secara cukup
5.         Ekonomi
Status ekonomi dapat mempengaruhi perubahan status gizi karena penyediaan makanan bergizi membutuhkan pendanaan yg tdk sedikit




ASUHAN KEPERAWATAN
KLIEN DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN  NUTRISI
  1. PENGKAJIAN
1. Riwayat keperawatan dan diet
-       Anggaran makan, makan kesukaan, waktu makan
-       Apakah ada diet yang dilakukan secara khusus ?
-       Adakah penurunan dan peningkatan berat badan dan berapa lama periode waktunya ?
-       Adakah status fisik pasien yg dapat meningkatkan diet seperti luka bakar dan demam ?
-       Adakah toleransi makan / minum tertentu ?
2.  Faktor yang mempengaruhi diet
-       Status kesehatan
-       Kultur dan kepercayaan
-       Status sosial ekonomi
-       Faktor psikologis
-       Informasi yang salah tentang makanan dan cara berdiet
3.  Pemeriksaan fisik
-       Keadaan fisik : apatis, lesu
-       Berat badan : obesitas, kurus (underweigth)
-       Otot : flaksial/lemah, tonus kurang, tenderness, tidak mampu bekerja
-       Sistem saraf : bingung, rasa terbakar, paresthesia, refleks menurun
-       Fungsi gastrointestinal : anoreksia, konstipasi, diare, flatulensi, pembesaran liver / lien
-       Kardiovaskuler : denyut nadi lebih dari 100 kali / menit, irama abnormal, tekanan darah rendah/tinggi
-       Rambut : kusam, kering, pudar, kemerahan, tipis, pecah/patah-patah
-       Kulit : kering, pucat, iritasi, petekhie, lemak disubkutan tidak ada
-       Bibir : kering, pecah-pecah, bengkak, lesi, stomatitis, membran mukosa pucat
-       Gusi : perdarahan, peradangan
-       Lidah : edema, hiperemis
-       Gigi : karies, nyeri, kotor
-       Mata : konjungtiva pucat, kering, exotalmus, tanda-tanda infeksi
-       Kuku : mudah patah 
 -       Pengukuran antropometri :
Berat badan ideal : (TB-100) +- 10 %
Lingkar pergelangan tangan
Lingkar lengan atas (MAC)
Nilai normal
Wanita : 28,5 cm
Pria : 28,3 cm
Lipatan kulit pada otot trisep (TSF) :
Nilai normal
Wanita : 16,5 – 18 cm
Pria : 12,5 – 16,5 cm
4.  Laboratorium
-       Albumin (N: 4-5,5 mg/100 ml)
-       Transferin (N:170-25 mg/100 ml)
-       Hb (N: 12 mg%)
-       BUN (N: 10-20 mg/100 ml)
-       Ekskresi kreatinin untuk 24 jam (N: laki-laki: 0,6-1,3 mg/100 ml, wanita: 0,5-1,0 mg/100ml)

  1. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Beberapa diagnosa keperawatan yang mungkin muncul pada pasien dengan ketidakseimbangan nutrisi antara lain:
1.          Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d. ketidakmampuan untuk mengunyah atau mengabsorbsi nutrisi dikarenakan faktor biologis, psikologi atau ekonomi.
2.          Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh b.d. intake yang berlebihan.
3.          Resiko ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh.



DAFTAR PUSTAKA.
  1. Towarto, Wartonal. 2007. Kebutuhan Dasar & Prose Keperawatan. Edisi 3. Salemba Medika. Jakarta.
  2. Alimul H, A Aziz. 2006. Pengantar KDM Aplikasi Konsep & Proses Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.
  3. Elis J.R, Nowlis E.A. 1985. Nursing a Human Needs Approach. Third Edition. Houghton Mefflin Company. Boston.
  4. NANDA, 2002, Nursing Diagnoses : Definitions & Classifications.
  5. North American Nursing Diagnosis Association. 2001. Nursing Diagnoses : Definition & Classification 2001-2002. Philadelphia.













Tidak ada komentar:

Poskan Komentar